Home Blog Teacher Tugas Kelautan Kelas XI IPA Smt Ganjil 2012-2013

Tugas Kelautan Kelas XI IPA Smt Ganjil 2012-2013

E-mail Print PDF

IKHTISAR PENGERTIAN MARITIM, KELAUTAN DAN BAHARI

Standar Kompetensi :
1.    Mampu memahami pengertian maritim.
2.    Mampu memahami pengertian kelautan.
3.    Mampu memahami pengertian Bahari
Kompetensi Dasar :
1.    Pengertian Maritim.
1.1    Siswa mampu menjelaskan pengertian maritim dan terminologi maritim.
1.2    Siswa mampu menjelaskan masa kejayaan, masa keterpurukan dan bangkitnya maritim di Indonesia.
2.    Pengertian Kelautan
2.1    Siswa mampu menjelaskan pengertian kelautan dan terminologi kelautan.
2.2    Siswa mampu menjelaskan tentang Laut Indonesia
2.3    Siswa mampu menjelaskan deskripsi laut Provinsi Kepulauan Riau
3.    Pengertian Bahari
3.1     Siswa mampu menjelaskan pengertian bahari .


MATERI PELAJARAN :

1.    Maritim                
Istilah maritim berasal dari bahasa Inggris yaitu maritime, yang berarti navigasi, maritim atau bahari. Dari kata ini kemudian lahir istilah maritime power yaitu negara maritim atau negara samudera. Pemahaman maritim merupakan segala aktivitas pelayaran dan perniagaan/perdagangan yang berhubungan dengan kelautan atau disebut pelayaran niaga, sehingga dapat disimpulkan bahwa maritim adalah Terminologi Kelautan dan Maritim berkenaan dengan laut, yang berhubungan dengan pelayaran perdagangan laut.

Perkembangan Kemaritiman di Indonesia
a.    Masa Kejayaan Kemaritiman di Indonesia 
Para ahli sejarah bangsa Eropa pernah melontarkan pernyataan bahwa sebetulnya nenek moyang bangsa Indonesia adalah mereka yang datang dari Asia Tenggara (Indochina/Yunan) dalam dua gelombang migrasi besar-besaran, yaitu pada 5000 tahunSM dan pada 2000 tahun SM melalui laut dan dalam mengarungi perjalanan tersebut sumber penghidupan mereka sangat tergantung dari laut. Fakta prasejarah Cadas Guayang terdapat di pulau-pulau Muna, Seram dan Arguni yang diperkirakan berasal dari 1000 tahun SM dipenuhi dengan lukisan perahu-perahu layar. Juga ditemukan beberapa artefak suku Aborigin di Australia yang diperkirakan berasal dari 2500 tahun SM serupa yang ditemukan di pulau Jawa. Kenyataan ini memberikan indikasi bahwa jauh sebelum gelombang migrasi dari Indochina yang datang ke Indonesia, nenek moyang bangsabangsa Nusantara sudah berhubungan dengan suku Aborigin di Australia lewat laut. Peninggalan prasejarah bekas kerajaan Merina yang didirikan oleh perantau dari Nusantara ditemukan juga di Madagaskar, hal ini menunjukkan bahwa nenek moyang penduduk Nusantara pada masa itu telah memiliki teknologi pembuatan perahu bercadik dan perahu layar yang mampu mengarungi samudera dengan medan yang sangat berat. Jejak prasejarah bercirikan istilah maritim juga ditemukan di wilayah rumpun bahasa Austronesia, di mana pengaruh istilah maritim bahasa Nusantara terasa sangat kuat di bandingkan dengan pengaruh rumpun bahasa lainnya. Bertolak dari bukti prasejarah nusantara itu memberikan indikasi bahwa nenek moyang bangsa Nusantara adalah asli pelaut dan pengembara, dan sejak ribuan tahun sebelum Masehi sudah mampu menghadapi gelombang besar melewati samudera Pasifik dan samudera Hindia. Kenyataan sejarah ini memperlihatkan bahwa bangsa nusantara adalah pelaut-pelaut ulung yang jejak kebudayaannya masih dapat diikuti sampai sekarang.
Pada jaman Hindu-Budha mulai menyebar kebudayaannya di kepulauan Nusantara, kerajaan-kerajaan di nusantarapun melakukan kegiatan maritim aktif, baik intra insular ataupun ekstra insular, hingga ke India dan Cina. Kepulauan Nusantara waktu itu merupakan wilayah yang kaya dengan komoditas perdagangan, dan geoposisi wilayah nusantara merupakan posisi silang dimana terdapat jaringan komunikasi dan transportasi maritim (misalnya rute Cina -Taruma -India), ditandai dengan ditemukannya artefak Cina dan India di Situs Batu Jaya Karawang. Salah satu kerajaan Budha yang berada di kepulauan nusantara yaitu Kerajaan Sriwijaya berjaya berdasarkan visi kemaritimannya yang menguasai jaringan transportasi dagang, jaringan komoditas dan jaringan pelabuhan terutama di sekitar Selat Malaka. Selain itu pemerintahan maritimnya kuat dan efektif serta tercatat sebagai pemerintahan dengan kekuatan laut yang diperhitungkan.
Kebesaran Kerajaan Sriwijaya itu dibuktikan dengan berbagai penemuan prasasti diantaranya adalah Kedukan Bukit ( 683 M) di Palembang, Prasasti Talang Tuwo ( 684 M) di sebelah barat Palembang, Prasasti Kota Kapur (686 M) dibagian barat Pulau Bangka, Prasasti-prasasti Siddhayatra di daerah Palembang, Prasasti 3 Telaga Batu ( 683 M) di Palembang. Selain itu ada Prasasti Karang Birahi di Jambi, Prasasti Ligor (775 M) di Tanah Genting Kra, yang melengkapi penemuan bukti-bukti peninggalan sejarah bangsa pada masa lampau. Penemuan berbagai bukti sejarah keberadaan Sejarah Sriwijaya ini sangat penting untuk mengetahui perjalanan panjang dan mata rantai sejarah Nusantara khususnya mengenai kemaritiman. Di pulau Jawa terdapat kerajaan Hindu Majapahit yang mencapai puncak kejayaannya pun berdasarkan visi maritimnya. Wilayah kekuasaannya merupakan sebaran kerajaan bawahan yang memiliki pelabuhan dan komoditas dagang vital terutama beras. Kapal-kapal dan  pelaut-pelaut Jawa tercatat dalam kronik-kronik di mancanegara(Sukodaya-Thailand dan Pegu-Myanmar) sebagai manifestasi kejayaan negara maritim Majapahit yang juga menjadi pusat budaya dan peradaban di Nusantara. Selain itu kekuatan maritimnya merupakan modal dasar untuk melakukan kolonisasi, ekspansi dan penetrasi budaya di zaman tersebut. Hal ini terlihat ketika seorang putera bangsa yang bernama Mahapatih Gajah Mada ingin menyatukan kerajaan-kerajaan kecil Nusantara di bawah koordinasi Kerajaan Majapahit. Tidak dapat dikatakan apakah Mahapatih Gajah Mada berwawasan maritim atau tidak, tetapi apa yang telah dilakukan oleh orang besar tersebut merupakan sikap yang benar dalam konteks kebijakan Kerajaan Majapahit dalam wilayah perairan Nusantara yang negeri pasalnya berjumlah berpuluh-puluh baik di pulau Sumatera maupun di pulau Kalimantan. Wawasan ini tentu saja memiliki implikasi yang menyangkut strategi dan kebijakan kerajaan tersebut dalam pengelolaan serta pemanfaatan laut utamanya dalam masalah transportasi serta pertahanan wilayah Majapahit sebagai pusat kerajaan yang harus mampu meng-kordinasi negeri kekuasaannya serta melindungi diri dari serangan musuh. Sistem transportasi perhubungan laut Majapahit konon diambil alih oleh Pemerintahan Hindia Belanda ketika berkuasa di wilayah Nusantara. Melihat kepada kondisi ‘maritim’ Majapahit serta potensi laut yang luar biasa selain sebagai sarana perhubungan, maka orientasi masyarakat Nusantara secara total dialihkan menjadi masyarakat darat dan dipekerjakan sebagai tenaga paksa dan kerja rodi. Dengan demikian, semangat kebaharian masyarakat Nusantara terpadamkan oleh situasi dan kondisi sosioekonomi serta budaya yang dengan sengaja ditransformasi oleh Belanda demi kepentingan ekonomi Belanda. Dengan langkah-langkah yang di lakukan terhadap penduduk asli Nusantara, Pemerintah Hindia Belanda menjalankan visi kemaritimannya, yaitu dengan menguasai wilayah perairan Nusantara dari kawasan Utara: Ternate dan Tidore, kawasan Tengah: Makasar, kawasan Selatan Batavia dan sepanjang Pantura (pantai Utara Pulau Jawa).
Sementara itu, kerajaan dan kesultanan Islam pesisir utara Jawa, Demak, Bintara, Tuban, Lasem dan Jepara melanjutkan tradisi maritim Majapahit sekaligus menyebarkan (prolifikasi) agama Islam dan menantang keberadaan kekuatan maritim Portugis yang mulai merajalela di Nusantara karena dorongan dinamika lingkungan ekonomi strategis (direbutnya Konstantinopel oleh Turki Osmani yang mengakibatkan terganggunya perdagangan komoditas rempah-rempah dan barang mewah dari Asia). Pada masa yang sama, kerajaan Bantenpun berkembang menjadi kekuatan maritim yang mengendalikan wilayah barat Nusantara dan mengendalikan perdagangan lada.
Peran kekuatan maritim Demak digantikan oleh Mataram yang sampai abad ke - XVII masih dapat diperhitungkan sebagai negara maritim. Perubahan visi pemerintahan dan kekalahan dalam persaingan melawan VOC (kompeni dagang Hindia Timur) membuat Mataram kemudian menjadi lemah dan bervisi darat. Abad ke-XVII ditandai juga dengan berjayanya kerajaan maritim Aceh yang melanjutkan tradisi Sriwijaya menjadi kekuatan maritim yang mengendalikan alur laut perdagangan di sekitar Selat Malaka sampai awal abad ke-XVIII sebelum kemudian tidak lagi sanggup bersaing dengan kekuatan maritim imperialis barat Belanda dan Inggris. Di kepulauan Nusantara bagian Timur, Kesultanan Makasar dan konfederasi kerajaan etnis Bugis (Bone, Sawito, Luwu, Tanete dan lain-lain) yang berwawasan Maritim menjadi dua kekuatan yang mengendalikan wilayah perdagangan dan wilayah komoditas. Sifat diaspora (penyebaran) kedua kelompok etnis ini membuat mereka hadir dimana-mana dan dapat mempertahankan budaya Maritimnya hingga sekarang, meskipun kedua kerajaan tersebut pun tidak sanggup menghadapi kekuatan maritim imperialis Barat (VOC maupun Belanda).
Untuk wilayah bagian timur terdapat Kesultanan Ternate dan Tidore, yang menguasai sumber komoditas sangat penting seperti rempah-rempah, dan mengendalikan pula perdagangan dan jaringan transportasi serta komunikasi Wilayah Timur Nusantara. Tradisi insularitas kedua kesultanan ini sangat terlihat dan merupakan satu ciri pemahaman geostrategi ’perfect isolation’ di Kepulauan Nusantara.

2.    Kelautan
Laut merupakan kumpulan air asin yang luas sekali di permukaan bumi yang memisahkan pulau dengan pulau, benua dengan benua, misalnya Laut Jawa, dan Laut Merah sedangkan lautan merupakan laut yang luas sekali, seperti Lautan Atlantik, Lautan Pasifik
Kelautan yang terdiri dari kata laut dan lautan. Definisi kelautan yang tampak sangat luas termasuk mencakup istilah kemaritiman. Istilah kelautan dipakai karena istilah ini lebih luas dan bersifat publik dari pada sekedar menggunakan istilah kemaritiman, sehingga pengertian kelautan adalah hal-hal yang berhubungan dengan laut. Laut dan kelautan dalam kamus tersebut tidak menunjuk kepada Konvensi PBB tentang hukum Laut 1982 (UNCLOS). Secara terminologi pengertian kelautan mencakup aspek yang sangat luas yaitu termasuk ruang/wilayah udara di atas permukaan air laut, pelagik (dari permukaan sampai 200 m kolom air), mesopelagik (pelagik sampai kedalaman 500 m), abisal (kedalaman 500 – 700 m) hingga mencapai dasar laut (under the sea) yang dikenal sebagai landas kontinen.

3.    Bahari
Bahari berarti dahulu kala, kuno, tua sekali, (contoh: zaman bahari = zaman dahulu), indah, elok sekali, mengenai laut, bahari, atau yang dilindungi, misalnya raja bahari berarti raja yang dilindungi (oleh dewa - dewa). Sedangkan Kebaharian adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan laut, dan kelautan. Orang yang bekerja di laut atau pelayaran, disebut pelaut. Kamus ini menerangkan bahwa salah satu maksud dari kata bahari adalah laut, sehingga kalau orang mengatakan wisata bahari berarti wisata laut atau wisata yang berhubungan dengan laut atau wisata dengan objeknya laut.

TUGAS KELAUTAN 1:
1. Buatlah FLOWCHART (alur) tentang pengertian Maritim, Kelautan dan Bahari
2. Kirim ke alamat email : g-dewi@sman1-tpi.sch.id
3. Dateline          : 1 September 2012
4. Note               : Bagi yang tidak mengirimkan tugas "tidak mendapatkan nilai tugas 1 dari mata pelajaran Muatan Lokal Kelautan.
5. TTD               : Guru Mapel Kelautan ; DEWI SUSILOWATI,ST

Comments

Name *
Email (For verification & Replies)
URL
Code   
ChronoComments by Joomla Professional Solutions
Submit Comment
Last Updated ( Monday, 13 August 2012 00:08 )  
Banner

E-Learning

Login Form



Sambutan Kepala Sekolah

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-Nya kami dapat menyiapkan website SMA Negeri 1 Tanjungpinang ini. Kami harap website ini dapat membeikan informasi yang cukup bermakna tentang SMA Negeri 1 Tanjungpinang.

Read more...



Latest News

Popular News

Tags

Supported by

Trijaya Komputindo
Satunusa Network