SMANSANEWS — SMAN 1 Tanjungpinang menyelenggarakan kegiatan Pentas Seni (Pensi) dan Pameran Seni Nirmana oleh siswa-siswi kelas XI pada Rabu, (17/12/25). Kegiatan ini berlangsung di Panggung SMAN 1 Tanjungpinang, sementara pameran seni nirmana dipajang di Aula SMAN 1 Tanjungpinang. Acara tersebut turut dihadiri oleh siswa dari berbagai sekolah yang datang untuk menyaksikan dan mengapresiasi karya seni para peserta.
Pentas seni yang bertajuk Ajang Talenta Pensi Siswa SMAN 1 Tanjungpinang menampilkan beragam pertunjukan kreatif dari kelas XI.1 hingga XI.19. Setiap kelas menampilkan konsep yang berbeda-beda, mulai dari tarian, penampilan vokal, band, fashion show, hingga flash mob yang menunjukkan kekompakan dan kreativitas siswa.
Selain pentas seni, karya seni nirmana hasil kreativitas siswa kelas XI juga dipamerkan di Aula SMAN 1 Tanjungpinang. Pameran ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengekspresikan ide, imajinasi, serta keterampilan seni rupa yang telah mereka pelajari selama proses pembelajaran.
Plt. Kepala SMAN 1 Tanjungpinang, Efrina Parmawati, menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki peran penting dalam pengembangan karakter dan potensi siswa. “Kegiatan ini merupakan salah satu ajang untuk kreativitas anak-anak kita, kolaborasi, senang berkompetisi, dan merupakan semangat kolaborasi di antara anak-anak kita. Semoga kegiatan ini benar-benar dapat menjadi bekal bagi anak-anak kita ke depannya untuk menghadapi kehidupan di masa depan,” ujarnya.
Guru Seni Budaya kelas XI sekaligus juri penampilan, Miss Eva, mengaku terkesan dengan hasil penampilan para siswa yang dinilai melampaui ekspektasinya. “Terus terang, pada awalnya saya berpikir bahwa penampilan para peserta hari ini akan berlangsung biasa saja. Mengingat waktu persiapan yang sangat singkat, ditambah dengan jadwal ujian yang cukup padat, saya sempat memiliki ekspektasi yang tidak terlalu tinggi. Namun ternyata, apa yang ditampilkan oleh para siswa benar-benar di luar dugaan dan ekspektasi saya,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa hampir seluruh peserta mampu tampil maksimal tanpa kesalahan berarti. “Para peserta mampu tampil secara maksimal, bahkan hampir tidak terlihat adanya kesalahan yang berarti dalam setiap penampilan. Hal ini menunjukkan adanya persiapan yang matang, kerja keras, serta komitmen yang tinggi dari masing-masing kelompok,” jelasnya.
Menurut Miss Eva, penampilan flash mob menjadi salah satu penampilan paling menantang. “Terutama pada penampilan flash mob, yang menurut saya merupakan salah satu penampilan paling menantang. Menyatukan berbagai karakter, latar belakang, dan teman-teman satu kelas untuk dapat tampil kompak di atas panggung tentu bukan hal yang mudah. Dibutuhkan komunikasi, kerja sama, serta latihan yang intens agar semuanya bisa tampil selaras,” tuturnya.
Ia juga mengapresiasi keberagaman konsep yang ditampilkan para siswa. “Selain itu, ragam penampilan yang ditampilkan juga sangat beragam dan kreatif. Tadi kita menyaksikan adanya fashion show, tarian, penampilan vokal, hingga band. Semua itu tentu membutuhkan waktu, proses latihan, serta keberanian untuk tampil di depan umum,” tambahnya.
Lebih lanjut, Miss Eva menegaskan bahwa kegiatan pentas seni ini memiliki nilai edukatif yang tinggi. “Menurut saya, kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, kreativitas, dan kepercayaan diri siswa. Saya sangat mengapresiasi seluruh peserta dan panitia yang telah bekerja keras sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan kesan yang sangat positif,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, minat dan bakat siswa dalam bidang seni dapat tersalurkan dan diapresiasi dengan baik. Dari keseluruhan penampilan, panitia dan dewan juri menetapkan enam kelas terbaik sebagai bentuk penghargaan atas kreativitas, kekompakan, dan dedikasi para siswa. (Ger/Nat)

