SMANSANEWS – Semangat kolaborasi pendidikan lintas negara terjalin erat antara Indonesia dan Malaysia. SMA Negeri 1 Tanjungpinang menjadi tuan rumah bagi delegasi dari Sekolah Menengah Sains Kota Tinggi (SMSKT), Bandar Penawar, Johor, Malaysia, dalam sebuah acara bertajuk Program Keantarabangsaan dan Perkongsian Ilmu Amalan Terbaik. Acara ini diselenggarakan di Aula SMA Negeri 1 Tanjungpinang, pada Sabtu, (18/10/25)
Kunjungan ini merupakan langkah awal penjajakan kerjasama dan pertukaran praktik terbaik antara kedua institusi pendidikan. Perwakilan dari SMSKT yang hadir dipimpin langsung oleh Tuan Hj. MD Zin bin Dekan (Pengetua), didampingi Dr. Mazlena binti Murshed (Penolong Kanan Hal Ehwal Murid) dan Encik Hermin Bin Sirat (Penolong Kanan Kurikulum), serta diikuti oleh guru dan sejumlah siswa/i SMSKT.

Dalam sambutannya, Pengetua SMSKT, Tuan Hj. MD Zin bin Dekan, mengungkapkan rasa syukurnya atas terlaksananya kegiatan ini.
“Alhamdulillah pada petang ini kita dapat mengadakan satu majelis yang bertemakan program keantarakebangsaan dan perkongsian ilmu amalan terbaik dari antara sekolah dengan [Sekolah Menengah] Sains Kota Tinggi dan SMA Negeri 1 Tanjungpinang, semoga program ini memberikan amalan terbaik untuk antar sekolah” ujar Tuan Hj. MD Zin. Beliau juga secara terbuka mengundang balik SMAN 1 Tanjungpinang, “InsyaAllah nanti suatu masa saya jemput Bapak beserta rombongan sama-sama datang ke Sekolah Sains Tinggi.”

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Tanjungpinang menyoroti sejarah panjang dan keunggulan institusinya. Beliau menyebut bahwa SMAN 1 Tanjungpinang adalah sekolah tertua di Kepulauan Riau, yang berdiri sejak 1956, dan telah melahirkan banyak alumni berprestasi, salah satunya yang akan dikukuhkan sebagai guru besar/profesor dalam waktu dekat.
Lebih lanjut, beliau memaparkan perbedaan sistem pendidikan yang menjadi fokus pertukaran ide, yaitu sistem sekolah asrama (boarding) 24 jam yang diterapkan di SMSKT, berbanding sistem sekolah pagi hingga sore di SMAN 1 Tanjungpinang. “Mungkin inilah yang bisa kita ambil plus minus-nya antara yang boarding dan kita yang masuk pagi pulang sore. Di sinilah kita bertukar pikiran,” jelas Daman Huri.

Kepala Sekolah juga memperkenalkan kebiasaan unik sekolah, yaitu pelaksanaan menyanyikan lagu kebangsaan yang dilanjutkan dengan pembacaan Sholawat Busyro sebagai program dari pemerintah daerah.
Acara ditutup dengan harapan besar agar jaringan persahabatan dan kerjasama ini dapat berkelanjutan, meskipun beliau mengakui bahwa kunjungan ke luar negeri membutuhkan persiapan yang matang. Namun, kami percaya bahwa jika untuk kebaikan dan kemajuan bersama maka semua akan dapat tercapai dengan baik. (Nat)

